28 C
Jakarta

Serial Pengakuan Mantan Radikalis (XV): Kalis Perempuan yang Pernah Terjebak Ideologi Sesat ISIS dan FPI

Artikel Trending

Seorang anak perempuan biasanya diperlakukan tidak seistimewa anak laki-laki di perkampungan. Tidak perlu kaget jika budaya patriarki masih mencengkeram mindset masyarakat di sana. Masyarakat perkampungan memang terkesan religius, tapi kosong akan nilai-nilai kemanusiaan.

Di sebuah perkampungan terpencil lahirlah seorang perempuan bernama Kalis. Kalis lahir dari pasangan bapak dan ibu yang buta akan pendidikan. Berkat Tuhan, Kalis tumbuh menjadi anak yang cerdas. Kalis belajar dari segala apa yang dilihat, didengar, dan dibaca.

Keagamaan di kampung Kalis memang begitu ketat. Seorang muslim yang baik, bagi masyarakatnya, adalah yang taat beribadah. Shalat tidak pernah bolong. Bahkan, sering berjamaah di masjid. Saking ketatnya keagamaan di sana shalat jamaah menjadi fardu ain.

Kalis pengin protes. Karena, setahu Kalis, shalat jamaah itu fardu kifayah, kewajiban yang tidak berhubungan dengan masing-masing orang. Apalah daya, Kalis hanyalah anak kemarin sore. Terpaksa Kalis memilih diam.

Beriring waktu kecerdasan Kalis mulai tumpul. Otak Kalis seakan dicuci dengan doktrin-doktrin agama yang serba ketat di kampungnya. Sehingga, jadilah Kalis yang agamis: bercadar, introvert, dan tertutup. Bahkan, Kalis berpikir, cadar itu kewajiban bagi semua orang perempuan muslimah.

Beranjak dewasa Kalis dipertemukan dengan seorang kyai di kampungnya yang tetiba menyarankan belajar Islam di Suriah. Setahu Kalis, Islam itu berkembang baik di Mesir dengan kampus ternama Universitas Al-Azhar. Kalis manut saran kyai dan memutuskan hijrah ke Suriah. Orangtua dan kampungnya ditinggal demi hijrah.

Sesampainya di Suriah Kalis mendapatkan banyak kejanggalan. Suriah tidak seperti yang diceritakan kyai itu. Suriah tidak menampilkan Islam yang ramah dan santun. Peperangan terjadi tiada jeda. Korban terkapar di mana-mana. Kenyataan di Suriah mencipta sebuah mimpi buruk dalam hidup Kalis.

BACA JUGA  Serial Pengakuan Mantan FPI (XVI): Sekarang Saya Hijrah dari FPI

Kalis sudah hampir seminggu berada di negara kekuasaan ISIS Suriah. Muak rasanya menjalani hidup di sana. Sehari seakan setahun. Keinginan pulang sudah terbayang semenjak menginjakkan kaki pertama di Suriah. Apalah daya, ISIS sangat ketat penjagaannya. Tiada seorang pun yang masuk Suriah akan semudah itu keluar.

Puluhan cara untuk pulang kampung terus Kalis lakukan. Sayang, semuanya gagal. Tinggal satu-satunya harapan kepada Tuhan untuk memberikan celah jalan keluar. Lewat seorang pedagang asing Kalis bisa ikut keluar dari Suriah dan kembali ke kampungnya.

BACA JUGA  Serial Pengakuan Mantan FPI (XVI): Sekarang Saya Hijrah dari FPI

Di kampungnya Kalis terjebak lagi dengan kelompok radikal berwajah FPI. Sebagai perempuan yang bercadar Kalis sering mengikuti kajian-kajian yang diadakan oleh orang-orang FPI. Lewat FPI ini Kalis memahami Islam semakin tertutup. Islam, bagi Kalis, adalah agama yang paling benar dan agama yang lain kafir.

Kalis, kendati perempuan, pernah ikut demonstrasi yang digalang FPI. Semisal, demonstrasi 212 yang menuntut terdakwah Ahok sebagai penista agama. Bahkan, sweeping tempat-tempat yang dianggap bermaksiat sudah terbiasa dilakukan Kalis beserta teman-temannya yang sepemikiran. Kalis merasa paling benar atas apa yang dilakukan.

Kalis baru menyadari FPI itu menyesatkan ketika Prof. Mahfud MD membuka dakwah Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab yang mendukung ideologi ISIS. Kalis langsung membenci FPI dan mendukung atas keputusan pembubaran FPI yang dilakukan oleh pemerintah.

Sekarang Kalis lebih berhati-hati dalam belajar Islam. Kalis lebih memilih belajar Islam kepada organisasi NU. Lewat NU Kalis tahu pentingnya berbangsa dan bernegara. Spirit nasionalisme Kalis makin kuat. Inilah Islam yang sesungguhnya.[] Shallallah ala Muhammad.

Khalilullah
Khalilullah
Lulusan Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru