26.7 C
Jakarta

Lima Sifat Terburu-buru Yang Menjadi Sunah Rasulullah

Artikel Trending

Terburu-buru adalah sifat yang merugikan dan merupakan alat pancing setan yang paling efektif untuk menjerat manusia dalam kesalahan. Coba perhatikanlah diri anda ketika menjalankan sesuatu baik itu bekerja, menyupir dan lain sebagainya dengan terburu-buru, sudah bisa dipastikan anda akan banyak melakukan kesalahan. Karena memang dengan terburu-buru ketenangan dan kejernihan dalam berpikir menjadi terkikis. Semua hal yang dilakukan dengan terburu-buru adalah sifat setan kecuali terburu-buru dalam lima. Terburu-buru dalam lima hal ini merupakan sunah Rasulullah.

Dalam Kitab Nashihul Ibad ada sebuah Atsar yang diriwayatkan oleh Hatim Al-Ashom, bahwasanya terburu-buru itu berasal dari setan kecuali dalam lima hal. Hatim Al-Ashom bertutur

اَلْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ إِلَّافِى خَمْسَةِ مَوَاضِعَ فَإِنَّهَا مِنْ سُنَنِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِطْعَامُ الضَّيْفِ إِذَانَزَلَ وَتَجْهِيْزُ الْمَيِّتِ اِذَامَاتَ وَتَزْوِيْجُ الْبِنْتِ اِذَابَلَغَتْ وَقَضَاءُ الدَّيْنِ اِذَا وَجَبَ وَالتَّوْبَةُ مِنَ الذَّنْبِ اِذَا فَرَطَ .

Artinya: “Terburu-buru itu berasal dari setan, kecuali pada lima tempat karena sesungguhnya terburu-buru dalam hal itu merupakan sunah Rasulullah SAW”. Pertama menyegerakan dalam memberi jamuan kepada tamu yang datang. Kedua mengurus jenazah orang yang sudah meninggal. Ketiga menikahkan anak perempuan jika sudah dewasa. Keempat menyegerakan untuk membayar utang jika sudah jatuh tempo pembayarannya. Dan kelima adalah bertaubat dari dosa jika terlanjur”.

BACA JUGA  Maklumat KH Hasyim Asy’ari Tentang Pentingnya Menjaga Persatuan

Kelima hal tersebut apabila dilakukan dengan terburu-buru malah menjadi sunah Rasulullah. Dari Atsar ini sebenarnya mengajarkan banyak hal kepada kita bahwa untuk mengikuti sunah Rasul bisa dilakukan dengan banyak hal seperti dengan menyegerakan lima hal diatas. Memang kelihatannya hal yang sepele, namun apabila dilakukan sudah otomatis mendapat pahala dan bisa mengikuti sunah Rasulullah.

BACA JUGA  Sikap Moderat Seorang Muslim Di Hari Natal

Mengikuti sunah Rasul bukan dengan sekedar berslogan “Kembali Kepada Quran dan Sunah” seraya mengenakan jubah dan serban. Dan mengikuti sunah Rasul bisa dilakukan dengan banyak hal, bahkan dimulai yang terkecil dan termudah yaitu bersenyum ketika bertemu dengan saudaranya. Mengikuti sunah Rasul dengan meneladani Akhlaknya jauh lebih utama dari pada hanya sekedar penampilan fisik semata.

Khalwani Ahmad
Khalwani Ahmad
Pemerhati Sejarah Peradaban Islam Nusantara

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru