26.7 C
Jakarta

LD PWNU Jabar dan Harakatuna Terbitkan Buku Dakwah Deradikalisasi untuk Counter Narasi Radikal

Artikel Trending

Harakatuna.com. Bandung-Fenomena ekstrimisme dan radikalisme dalam beragama yang berujung kepada aksi terorisme menjadi tantangan dakwah tersendiri bagi Lembaga Dakwah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LD PWNU) Provinsi Jawa Barat. Bukan tanpa alasan, sebab di Tatar Sunda lahir dan berkumpul berbagai macam aliran pemikiran, gerakan hingga narasi radikal yang berpotensi menganggu kerukunan kehidupan beragama dan mengancam stabilitas bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu diutarakan Ketua LD PWNU Jawa Barat KH Amin Baejuri Asnaf kepada media Dakwah NU, Rabu (17/2) usai dirinya dimintai keterangan terkait diterbitkannya buku “Dakwah Derdikalisasi”.

Diketahui, salah satu program LD PWNU Jawa Barat adalah dakwah kitabah atau dakwah bil qalam. Dakwah melalui tulisan yang ditekuni oleh Ust. Ayik Heriansyah anggota Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia LD PWNU Jabar, yang bisa mengimbangi arus radikalisasi di media daring dan media sosial. “Melalui narasi-narasi taktis (singkat dan praktis) yang ditulisnya, Beliau meng-counter narasi-narasi radikal yang sangat berbahaya jika diambil oleh masyarakat,” kata Kiai Amin.

Buku Dakwah Derakalisasi yang berisi narasi-narasi taktis bisa dijadikan bekal bagi para juru dakwah ketika terjun di masyarakat, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. “Yang penting dari buku ini adalah sudut pandang, frame narasi dan metode berpikir yang wasathiyah, ketika menyikapi peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi. Peristiwa-peristiwa pasti berubah-ubah dan berbeda-beda, akan tetapi sudut pandang, frame narasi dan metode berpikir yang wasathiyah senantiasa digunakan untuk memberi solusi terbaik, beradab dan mencerahkan,” ujarnya menerangkan.

Terkait pengambilan nama buku “Dakwah Deradikalisasi” terinspirasi dari upaya yang dilakukan, sebab menurutnya upaya dakwah deradikalisasi dibutuhkan dalam kondisi umat saat ini. Karena dakwah deradikalisasi menimbulkan pengaruh yang berbeda-beda menurut keadaan objek dakwah dan berguna untuk memberikan kekebalan (imunitas) pemikiran dan keyakinan kepada umat yang belum terpapar radikalisme.

BACA JUGA  Radikalisme dan Terorisme Disebabkan Kurangnya Pemahaman Keagamaan

“(Dakwah Deradikalisasi) Menjadi penyembuh bagi masyarakat yang sudah terpapar. Dan menjadi pemulih bagi anggota masyarakat yang ingin bertaubat dari radikalisme dan terorisme,” tuturnya menegaskan.

Dakwah NU Jawa Barat Basmi Narasi Radikal

Dakwah yang diemban oleh LD PWNU Jawa Barat merupakan estafet kelanjutan dari dakwah Walisongo yang membawa misi menebarkan rahmat kepada semua insan sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah saw.

BACA JUGA  BEM Pesantren se-Indonesia Dukung Pembubaran FPI

Dakwah rahmatan lil ‘alamin menuntut pengurus LD PWNU Jawa Barat agar mengambil dan menetapi posisi di tengah, posisi moderat (wasathiyah) di antara kecenderungan-kecenderungan ekstrim dan radikal umat dalam berislam.

Lembaga dakwah sebagai garda terdepan dari jam’iyah Nahdlatul Ulama yang berhadapan dan bersentuhan langsung dengan umat memegang prisip dakwah wasathiyah yang mengharuskan sikap i’tidal (tegak-lurus) ketika menyeru, mengajak, membina dan membimbing umat ke jalan Allah swt. Dibarengi dengan sikap tawazun (seimbang) dalam segala hal dan bersikap tasamuh (toleransi) saat menghadapi perbedaan pendapat, pemikiran dan opini serta dinamika umat yang majemuk sebagai manifestasi dari ajaran Ahlusunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah.

“Semoga buku ini menambah khazanah narasi-narasi yang tawasuth, tawazun, tasamuh dan i’tidal di belantika dakwah khususnya Jawa Barat, yang bermanfaat bagi umat. Dan menjadi amal jariyah bagi segenap pengurus LD PWNU Jawa Barat,” harapnya mengakhiri.

 

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru