28 C
Jakarta

Jagalah Empat Permata dalam Diri Manusia

Artikel Trending

Manusia adalah makhluk Allah yang diciptakan dengan sebaik-baiknya bentuk. Begitulah bunyi firman Allah, Surat At-Atin, Ayat 4. Adapun yang menjadikan manusia sebagai makhluk yang diciptakan dengan sebaik-baiknya bentuk yaitu karena manusia diberikan dua perangkat dalam diri manusia yaitu akal dan hawa nafsu. Keterpaduan antara akal dan nafsu inilah yang menjadikan manusia makhluk yang paling mulia di antara makhluk yang lainnya. Selain dua hal tadi, ada empat permata dalam diri manusia yang membuatnya semakin berkilau dan benar dalam menjalani kehidupan.

Rasulullah bersabda bahwa ada empat permata dalam diri manusia yang harus dijaga. Rasulullah bersabda

أَرْبَعَةُ جَوَهِرَ فِيْ جِسْمِ بَنِيْ اَدَمَ يُزَلُهَا اَرْبَعَةُ أَشْيَاءَ اَمَّا الْجَوَاهِرُ فَالْعَقْلُ وَالدِّيْنُ وَالْحَيَاءُ وَالْعَمَلُ الْصَّالِحُ

Artinya: “Ada empat permata dalam tubuh manusia yang dapat hilang karena empat hal. Empat permata tersebut adalah akal, agama, sifat malu, dan amal saleh”.

Empat permata dalam diri manusia yang harus dijaga adalah akal, agama, rasa malu dan yang terakhir adalah amal saleh.

Akal adalah alat untuk memahami agama. Agama adalah rambu-rambu atau aturan yang memberikan arah pada manusia, sifat malu adalah pengendali, dan amal saleh adalah buah dari akal memahami agama dengan pengendali berupa sifat malu tadi. Akal menjadi pemimpin dalam tubuh manusia untuk memahami mana yang hak dan batil, mana yang patut ataupun tidak, mana yang harus dikerjakan ataupun ditinggalkan. Ibnu Hajar al-Asyqalani dalam kitabnya Nashaihul Ibad mendefinisikan akal dengan

جَوْهَرٌ رُوْحَانِيٌّ خَلَقَهُ اللهُ تَعَالَى مُتَعَلَّقًا بِبَدْنِ الاِنْسَانِ يُعْرَفُ بِهِ الْحَقُّ وَالْبَاطِلُ

Artinya: “Permata rohani ciptaan Allah yang berada dalam jasad manusia untuk mengetahui sesuatu yang hak dan batil.”

Begitu pentingnya akal  dan agama dalam diri manusia, maka kedua ini menjadi bagian dari lima misi Agama yang dibawa Rasulullah Muhammad selain menjaga nasab, menjaga harta dan menjaga jiwa.

BACA JUGA  Maklumat KH Hasyim Asy’ari Tentang Pentingnya Menjaga Persatuan

Hal-Hal Yang Dapat Merusak Empat Permata Dalam Diri Manusia

Akal adalah permata dalam diri manusia oleh karenanya segala hal yang dapat merusak akal adalah dilarang dalam agama Islam. Seperti minum arak yang memabukkan. Begitu pun agama, yang merupakan juga merupakan permata dalam diri manusia maka setiap hal yang dapat merusak agama adalah terlarang seperti syirik.

BACA JUGA  Lima Sifat Terburu-buru Yang Menjadi Sunah Rasulullah

Malu juga merupakan satu dari empat permata dalam diri manusia. Hal ini karena malu merupakan sifat yang dikembangkan oleh agama untuk mengendalikan perilaku manusia, yang dapat membedakan kita dengan hewan ataupun setan. Orang yang tidak mempunyai rasa malu sudah mesti akan berbuat semaunya sendiri. Dan tentu ketika seseorang sudah berbuat semaunya sendiri maka menjadi rusaklah sendi tatanan kehidupan.

Permata yang terakhir yang dimiliki manusia adalah amal saleh, yakni perbuatan yang patut dan baik menurut kaidah agama. Amal saleh adalah buah dari kemampuan kita memahami agama, menjalankan perintah agama, serta kemampuan kita mengendalikan sikap dalam kehidupan.

Setelah mengetahui empat permata dalam diri manusia yang begitu penting maka manusia wajib menjaganya dari hal-hal yang dapat merusak permata tadi. Apa yang dapat merusak empat permata dalam diri manusia tadi. Rasulullah bersabda

فَالْغَضَبُ يُزِيْلُ الْعَقْلَ وَالْحَسَدُ يُزِيْلُ الدِّيْنَ وَالطَّمَعُ يُزِيْلُ الْحَيَاءَ وَالْغِيْبَةُ يُزِيْلُ الْعَمَلَ الصَّالِحَ

Artinya: “Marah dapat menghilangkan akal, iri dapat menghilangkan agama, serakah dapat menghilangkan sifat malu, dan menggunjing (gibah) dapat menghilangkan amal saleh.

Semoga kita semua bisa menjaga permata ini dari hal-hal yang bisa merusak, Amin.

 

 

 

Khalwani Ahmad
Khalwani Ahmad
Pemerhati Sejarah Peradaban Islam Nusantara

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru